Demi Kebaikan Bersama, Sinetron Zahra Berhenti Tayang dari Indosiar

0 Comments

Indosiar memang punya segudang cara untuk mengejutkan penontonnya. Setelah sinetron naga yang sempat menjadi lelucon para staf judi online terpercaya Lexus365, belakangan Indosiar mengeluarkan sinetron baru yang cukup menggemparkan dunia judi online yang berjudul Mega Series Suara hati Istri : Zahra atau dikenal dengan judul lain Mega Series Suara hati Istri Buku Kedua : Zahra.
Latar belakang “Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra”

Dilihat dari judulnya, sinetron ini terlihat seperti sinetron Indosiar pada umumnya, akan tetapi ternyata banyak sentimen negatif mengenai sinetron ini. Sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra ini mulai ditayangkan pada tanggal 24 Mei 2021. Yup! Baru 2 minggu, sinetron ini sudah mengantongi 2 kartu kuning dari KPI atau Komisi Penyiaran Indonesia.

Sinetron ini mengisahkan tentang seorang gadis berusia 17 tahun yang dinikahkan dengan seorang pria yang sudah memiliki 2 istri. Cerita ini harusnya menjadi salah satu cerita opera sabun yang seru dan dibumbui dengan berbagai macam konflik rumah tangga dan kecemburuan. Akan tetapi ada hal lain yang ternyata disoroti oleh penonton dan mengundang kritik yang begitu pedas dari para netizen.
Kritik pedas seputar Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra

Seperti disebutkan sebelumnya, ada banyak sekali kritik yang didapatkan oleh sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra ini meski baru 2 minggu tayang. Kritik ini antara lain adalah :
• Usia pemain di bawah umur

Kritik pertama yang diterima oleh sinetron ini adalah mengenai usia pemain yang di bawah umur. Dalam sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra, terutama pada episode 1 hingga 15, tokoh Zahra di mainkan oleh Ciarachel Fourneaux yang masih berusia 14 tahun. Hal ini adalah hal utama yang mendapatkan sorotan.

Mengapa? Pasalnya sutradara sendiri tahu bahwa batas normal menikah di Indonesia yang diperbolehkan adalah di usia 17 tahun. Bahkan Zahra di dalam cerita ini juga memiliki usia 17 tahun. Akan tetap mengapa malah Zahra dimainkan oleh anak yang berusia 14 tahun. Hal ini menjadi salah satu kritik paling besar yang didapatkan oleh sinetron ini.
• Adegan ranjang untuk tokoh di bawah umur

Kritik kedua yang dihadapi oleh sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra adalah adegan ranjang yang dilakukan oleh tokoh Zahra. Dalam situasi ini, bukan hanya pihak produksi yang mendapatkan kritikan tapi bahkan orang tua dari pemain tokoh Zahra. Banyak yang menyayangkan mengapa anak di bawah umur diperbolehkan untuk mengambil peran sebagai istri ketiga dan beradegan ranjang dengan kontak yang cukup intens dengan lawan mainnya.
• Normalisasi pedofilia

Kritik ketiga adalah mengenai jarak usia pemain zahra dan pemain Tirta yaitu Panji Saputra yang merupakan suami dari zahra. Seperti disebutkan sebelumnya, pemain zahra hingga sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra ditayangkan adalah 14 tahun sedangkan usia dari pemain Tirta adalah 39 tahun. Perbedaan usia yang sangat jauh ini membuat banyak orang melihat sinetron ini menormalisasi pedofilia. Hal ini juga sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Bukan hanya netizen dan member situs judi Lexus365, kali ini ada cukup banyak artis yang ikut mengomentari situasi yang cukup menggegerkan publik ini. Salah satu artis yang cukup frontal dalam situasi ini adalah Ernest Prakasa. Selain itu ada juga Zaskia Adya Mecca, Aming dan bahkan Amel Carla.

Teguran KPI pada sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra
Seperti disebutkan sebelumnya, sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra mendapatkan teguran dari KPI sebanyak 2 kali. Teguran ini antara lain adalah :
• Teguran untuk mengganti pemain Zahra

Teguran pertama yang dikeluarkan oleh KPI adalah teguran mengenai penggantian pemain Zahra. Pemain Zahra dianggap terlalu muda untuk mengambil peran tersebut. Akan tetapi bukannya mendapatkan dukungan dari warganet, ternyata KPI malah mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Akhirnya pemain Zahra diganti dari Ciarachel Fourneaux menjadi Hanna Kirana yang berusia 18 tahun.

Lho? Kok bisa? Pasalnya KPI dianggap tidak tegas dan menilai tindakannya kurang tepat. Pasalnya hal kontroversial di sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra ini bukan hanya tentang pemainnya tapi juga tentang jalan ceritanya yang tidak berbobot.
• Teguran untuk mengganti jalan cerita

Teguran kedua diberikan oleh KPI untuk sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra ini. Di teguran kedua ini, KPI meminta Indosiar memberhentikan sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra untuk sementara waktu. KPI berharap agar pihak Mega Kreasi Films menggunakan waktu mereka untuk memperbaiki jalan cerita sehingga dapat lebih diterima oleh masyarakat.

Banyak pihak yang menyambut baik peringatan kedua dari KPI ini, salah satunya adalah dari pihak Indosiar sendiri. Pihak Direktur Program ini menyatakan bahwa pihaknya sanggup memenuhi permintaan KPI. Hal ini di ungkapkannya di Pertemuannya dengan KPI.

Semoga setelah adanya teguran-teguran ini, tidak hanya sinetron Suara Hati Istri Buku Kedua : Zahra, tapi juga semua sinetron lain juga ikut berbenah diri dan menyajikan tontonan yang berbobot untuk masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *